Pemerintah akan Kembali Lakukan Lelang Obligasi FR0025

Pemerintah akan Kembali Lakukan Lelang Obligasi FR0025

- detikFinance
Jumat, 04 Jun 2004 11:05 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana akan melelang kembali obligasi negara (SUN) seri FR0025 pada Juni ini. Namun lelang itu masih akan melihat kondisi pasar yang saat ini tingkat ketidakpastiannya tinggi."Rencananya bulan ini, tapi lihat kondisi karena tingkat ketidakpastian masih tinggi sekali sehingga market cenderung belum mau ambil posisi khususnya terhadap obligasi negara," kata Kepala Pusat Manajemen Obligasi Negara (PMON) Depkeu Fuad Rahmany di Gedung BEJ, Jakarta, Jumat (4/6/2004).Menurut Fuad Rahmany, kondisi pasar yang dimaksud jika sudah ada kepastian dimana investor bisa ambil posisi mau beli berapa. "Tapi saat ini memang pasar cenderung butuh obligasi jangka pendek atau short term sehingga enggan masuk ke obligasi jangka panjang," ujarnya.Namun Fuad tidak bisa memastikan berapa jumlah SUN FR0025 yang akan dilelangtersebut apakah akan sama dengan target sebelumnya Rp 3,5 triliun atau mengelami perubahan. "Jumlah yang akan dilelang kembali belum tau, biar pak menteri yang putuskan. Kita belum bisa jawab," terangnya.Pada bulan lalu pemerintah memang melakukan lelang SUN seri FR0025, namun pada saat itu tidak ada yang dimenangkan karena tingkat yield yang diminta sangat tinggi.Saat ini, lanjutnya, investor masih menunggu tingkat bunga SBI dan kurs rupiah akan dibawa kemana. Hal ini menjadi penting karena investor asing yang banyak main di obligasi negara. Gerakan investor asing menurutnya menjadi barometer investor lokal. "Jadi kita tau asing itu mematok dolar berapa. Paling tidak menunggu sampai ada kepastian stabilitasnya dimana karena saat ini rupiah masih naik turun," katanya.Meski demikian, kata Fuad, penerbitan SUN sebenarnya tidak tergantung terhadap kondisi rupiah karena yang diterbitkan pun dalam mata uang rupiah sehingga tidak ada hubungannya dengan dolar AS. Sayangnya investor asing masih tidak mau masuk sehingga investor lokal ikut-ikutan."Karena investor asing dianggap punya banyak informasi sehingga gerakan investor asing ini mempengaruhi harga obligasi," tegasnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads