Sebuah peringatan dari operator hotal Marriot telah menekan saham-saham sektor perhotelan dan konsumer lainnya. Saham Marriot International merosot hingga 6,3%. Sementara saham Halliburton melemah setelah bel penutupan, usai mengumumkan pendapatan kuartal I yang kemungkinan terpangkas.
"Kuartal yang baik sedang berlangsung sekarang, tapi saya kira akan banyak kejutan, terakhir dari Halliburton," ujar Joe Saluzzi, co-manager dari Themis Trading seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saluzzi mengatakan, isu utama yang dihadapi pada musim laporan ini adalah isu geopolitik dari Afrika Utara dan Timur TEngah, juga bencana di Jepang serta naiknya biaya.
"Jika perusahaan-perusahaan tidak dapat melewati kenaikan harga-harga, kita akan melihat beberapamasalah dan disanalah laporan keuangan akan mulai memiliki isu. Kecuali mereka dapat melewatinya dan kemudian kita memiliki inflasi. Jadi buanglah racunmu," imbuhnya.
Perdagangan berlangsung sepi dengan volume transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 5,9 miliar lembar saham, jauh di bawah rata-rata harian yang mencapai 8,5 miliar lembar saham. Angka tersebut juga lebih rendah dari transaksi terkecil sebesar 6,54 miliar yang dicetak Selasa lalu.
(qom/qom)











































