"Ini justru lebih bagus. Industri media lebih terkonsentrasi. Tidak fragmented. Ini seperti saat bidding. Kalau 10 bidder menjadi tidak efektif. Ini menjadi produk kita dijual dengan harga mahal," jelasnya dalam press conference di kantornya, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (29/3/2011).
Menurutnya, industri televisi sudah berjalan baik dengan model kelompok bisnis. Seperti Trans Corporation yang membawahi Trans TV, dan Trans 7, juga Viva Media dengan memiliki ANTV dan TVOne. Pertumbuhan bisnis televisi juga masih menjanjikan di masa mendatang, dengan naiknya angka belanja iklan di tahun 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persaingan bagi kita biasa. Misal Indosiar dan SCTV kan belum kosolidasi absolut. Kepemilikan di Indosiar (oleh EMTK) 27,24% dari Indosiar," tegas Harry.
Grup MNCN yang membawahi bisnis televisi Harry Tanoe sampai kini memiliki aset Rp 13-14 triliun. Dimana MNCN memiliki tiga televisi nasional, diantaranya RCTI, MNC TV dan Global TV.
(wep/ang)











































