Medco Energi Perkuat Agroindustri

Medco Energi Perkuat Agroindustri

- detikFinance
Rabu, 30 Mar 2011 15:13 WIB
Jakarta - PT Medco Energi Internasional (MEDC) berencana mengembangkan dan memperkuat bisnis agroindustri sebagai pilar jangka panjang perseroan. Dalam jangka panjang sektor ini lebih menjanjikan dibandingkan pada saat ini.

Demikian disampaikan oleh Komisaris Utama Medco Energi international Hilmi Panigoro yang ditemui usai acara diskusi Prediksi Industri Energi Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Intercontinental, Jakarta (30/3/2011).

“Agro (agroindustri) itu kan non energi. Walau hari ini kita masih fokus di migas, tapi di jangka panjang kita ingin jadikan agroindustri ini sebagai pilar kita yang akan datang,” katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hilmi mengatakan, alasan untuk mengembangkan agroindustri adalah karena kelebihan yang dimiliki Indonesia pada sektor ini. Ia yakin di masa mendatang untuk komoditas bahan pangan  harganya akan jauh lebih menarik dari harga sekarang.

“Kalau kita bicara migas, mungkin untuk 10 tahun mendatang masih akan menarik, tapi kalau untuk perusahaan seperti Medco, 15 tahun lagi itu sudah tidak menarik lagi akan lebih sulit,” jelas Hilmi.

Kini Medco Energi mulai masuk ke sektor hutan tanaman industri (HTI). Dalam jangka panjang, perseroan akan masuk ke komoditi-komoiti lainnya seperti karet, padi, kita masuk ke komoditi makanan lainnya yang sudah dimulai di Papua.

"Kita mulai dengan kelapa sawit yang sudah established," jelasnya.

Dikatakan  kerjasama pihak Medco untuk pengembangan hutan tanaman industri dilakukan bersama dengan LG Korea.

“Hari ini di Papua, kita eksklusif kerjasama dengan LG, 165 ribu hektar. Tapi di pulau-pulau lain tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengna perusahaan lain. Kita ingin lihat di semua pulau, bisa di Maluku, Sumatera, dan sebagainya. Kita maish review dulu, karena hutan ini kan sangat sensitif,” lanjutnya.

Hilmi juga berharap pengembangan agroindustri tersebut dapat merambah sekaligus ke pengolahan hilirnya.

“Yang jelas hari ini kita baru jalankan kelapa sawit dan HTI. Untuk kelapa sawit itu sebesar 35 ribu hektar di Kalimantan. Itu kelapa sawit nanti kita jual ke trader, jadi terserah trader mau jual ke mana,” katanya.

Hilmi menambahkan, terkait pengembangan energi baru terbarukan, dari agroindustri tersebut bisa dilakukan pengembangan berupa produksi ethanol dan biofuell.

“Kita mulai dari industri ethanol skala besar di Lampung dari singkong, itu udah produksi itu. Kemudian, kita ada di Merauke. Selain itu, kita juga membangun di Merauke, kerjasama dengan Medco Agro untuk membangun feedstock untuk biofuel. Tapi itu baru pilot project, percontohan 200 hektar untuk dicari tanaman apa yang cocok dikembangkan untuk ethanol,” terang Hilmi.


(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads