Laba Garuda Turun Karena Banyak Bencana Alam

Laba Garuda Turun Karena Banyak Bencana Alam

- detikFinance
Kamis, 31 Mar 2011 13:23 WIB
Laba Garuda Turun Karena Banyak Bencana Alam
Jakarta - Laba bersih PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memang telah melorot 49,41% menjadi Rp 515,521 miliar pada tahun buku 2010, dari sebelumnya Rp 1,018 triliun. Manajemen beralasan, faktor bencana menjadikan biaya operasional GIAA naik karena rute perjalanan menuju satu lokasi lebih panjang karena menghidari daerah tertentu. Ini ditambah konsumsi avtur yang meningkat menjadi US$ 90 per barel.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (31/3/2011).

"Ada beberapa off, dan mengurangi frekuensi seperti Jogja, Solo, Malang. Tapi tidak cuma itu, karena kita harus terbang lebih lama, untuk ke Surabaya, Denpasar, Australia, jadi lebih panjang. Lewat Kalimantan untuk ke Denpasar. Dampaknya, fuel comsumtion juga akan bertambah," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang tahun 2010, tambah  Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, terjadi peningkatan biaya operasi. Dimana estimasi avtur naik dari US$ 70 per barel menjadi US$ 90 per barel.

"Fuel kita sudah naik menjadi US$ 90 per barel. Dimana fuel mencapai 32% dari operating cost," ungkap Emir.

Sepanjang tahun lalu merupakan masa investasi GIAA. Dimana perseroan telah mendatangkan 24 pesawat secara langsung. 23 Boeing 737-800 NG dan Airbus A330-200.

"Investasi 2010 digunakan untuk tahun-tahun mendatang. Kita belum pernah sebelumnya ," jelas Elisa.

Biaya operasi yang meningkat juga disebabkan oleh investasi GIAA dalam migrasi pilot dari Boeing Classic ke Next Generation. "Investasi dalam pilot ini membutuhkan waktu 3 bulan. Ini menjadikan produktivitas turun dan pengaruh kepada cost investment," tegasnya.

"Dengan air craft utilization maka cost juga bertambah, sehingga jumlah pilot akan seimbang dengan optimalisasi pesawat," tutur Elisa.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads