Pemerintah Mulai Tawarkan 12,45% Saham PTBA
Senin, 07 Jun 2004 12:48 WIB
Jakarta - Pemerintah mulai menawarkan lagi 12,45 persen saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), yang setara dengan 286.912.500 saham seri B milik pemerintah dengan nilai nominal Rp 500/saham. Dari proses penawaran ini diharapkan 70 persen saham bisa dibeli investor institusi dan 30 persen investor lokal. Demikian diungkapkan Direktur PT Danareksa Sekuritas Daniel Iskandar usai publik ekpose di Hotel Shangri La, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Senin, (7/6/2004).Danareksa Sekuritas dalam hal ini bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Namun, kata Daniel, pemerintah belum bisa menetapkan berapa harga penawaran saham tersebut sampai pelaksanaan masa penawaran awal (book building) dilakukan pada minggu kedua Juni.Menurut Asisten Deputi Menneg BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi Pandu Djayanto, belum ditetapkannya masalah harga ini terkait dengan kondisi pasar sehingga baru bisa diketahui pada pelaksanaan book building.Saat ditanya, apakah target penerimaan dari secondary offering PTBA ini sebesar Rp 200 miliar seperti yang diungkapkan Deputi Menneg BUMN Bidang Industri Strategis, Pertambangan dan Telekomunikasi Roes Aryawijaja beberapa waktu lalu, Pandu mengaku belum ada indikasi kisaran target penerimaan.Yang pasti, seperti yang disampaikan Daniel, seluruh dana dari hasil penjualan saham ini akan masuk ke pemerintah. "Karena PTBA sendiri saat ini mamang tidak membutuhkan modal," ujarnya.Terkait dengan penawaran saham PTBA, pemerintah akan melakukan road show ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Hongkong yang akan dilaksanakan sekitar pekan ini. Pelaksanaan jadwal secondary offering ini adalah penentuan harga dilakukan pada minggu kedua Juni, penawaran dilakukan pekan ketiga Juni serta masa penjatahan dan distribusi pada minggu keempat Juni.Ditegaskan Pandu, dengan divestasi 12,4 persen ini maka saham pemerintah di PTBA menjadi tinggal 65 persen. Sebelumnya, pada pelaksanaan IPO, PTBA melepas hampir sekitar 24 persen. "Kita akan tetap pertahankan kepemilikan di PTBA nantinya tetap 65 persen," kat Pandu.Untuk tahun 2004, PTBA memproyeksikan penjualan sama seperti tahun 2003 yang sebesar Rp 2,3 triliun. Meskipun terjadi penurunan produksi sekitar 900 ribu ton, namun pendapatan tersebut bisa disamakan dengan tahun lalu karena naiknya harga batubara dunia.
(mi/)











































