Indeks sektoral yang mengalami kenaikan terbesar sepanjang perdagangan minggu lalu adalah sektor keuangan dan perbankan yang ditutup menguat sebesar 24.3 poin (5,26%) ke level 486.26. Sementara sektor yang mengalami penguatan terkecil adalah sektor consumer goods yang ditutup melemah sebesar 4.63 poin (0.42%) ke level 1103.82. Investor asing pada perdagangan minggu lalu membukukan akumulasi pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 1835.39 milyar, terdiri dari akumulasi pembelian sebesar Rp 8.703,7 miliar dan akumulasi penjualan sebesar Rp 6868.3 milyar.
"Faktor‐faktor yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG ke area positif pada minggu lalu antara lain dipengaruhi oleh rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten tahun 2010 yang sebagian besar menghasilkan kinerja yang positif serta pengumuman angka inflasi oleh BPS dimana pada bulan Maret lalu terjadi deflasi sebesar 0.32%," jelas Wisnu Karto, analis dari eTrading Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Senin (28/3/2011), IHSG melemah 4,254 poin (0,12%) ke level 3.602,859.
- Selasa (29/3/2011), IHSG melemah 11,344 poin (0,32%) ke level 3.591,515.
- Rabu (30/3/2011), IHSG bertambah 49,463 poin (1,37%) ke level 3.640,978.
- Kamis (31/3/2011), IHSG bertambah 37,696 poin (1,03%) ke level 3.678,674.
- Jumat (1/4/2011), IHSG menanjak 28,813 poin (0,78%) ke level 3.707,487.
Penguatan IHSG diprediksi masih akan berlanjut meski akan tertahan oleh profit taking. Penguatan bursa-bursa utama dunia akan menjadi sentimen positif sehingga membawa IHSG menguat terbatas pada perdagangan Senin (4/4/2011).
"Kami melihat yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG pada minggu ini antara lain keluarnya pengumuman BI mengenai tingkat suku bunga serta masih akan dipengaruhi oleh rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten selain itu isu radiasi nuklir Jepang dan Krisis politik yang masih memanas di Libya tampaknya juga masih terus dicermati perkembangannya oleh para investor. Saham-saham yang layak diperhatikan pada perdagangan minggu ini antara lain ITMG, BBCA, dan ADRO," urai Wisnu.
Bursa Wall Street pada akhir lalu menguat tajam. Pada penutupan perdagangan Jumat (1/4/2011), Indeks Dow Jones sempat menembus 12.419,71, posisi intraday tertingginya sejak Juni 2008, sebelum akhirnya akhirnya ditutup 56,99 poin (0,46%)di level 12.376,72. Indeks The Standard & Poor's 500 naik 6,58 poin (0,50%) ke level 1.332,41. Sementara Indeks Komposit Nasdaq bertambah 8,53 poin (0,31%) ke posisi 2.789,60.
Bursa Jepang juga mengawali perdagangan awal pekan ini dengan kenaikan yang cukup signifikan. Mengawali perdagangan Senin, indeks Nikkei tercatat menguat 93,95 poin (0,97%) ke level 9.802,34.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
IHSG akhir pekan lalu ditutup naik 28 point (+0.78%) kembali masuk ke level 3,707.49 dengan volume transaksi 6 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 6 triliun. Sektor yang mengalami penurunan hanya consumer (-0.24%) dan property (-0.09%) dan kenaikan tertinggi dipimpin oleh basic industry (+1.56%).
Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp588 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli oleh asing a.l. BMRI, BBCA, ITMG, GGRM dan BBNI.
Berita keluarnya data inflasi menjadi salah satu sentimen positif terhadap pergerakan positif IHSG hari ini, selain juga dengan masih berlanjutnya aksi beli yang dilakukan oleh investor asing.
Secara teknikal, setelah kembali ditutup menguat pada perdagangan kemarin IHSG membentuk pola three white soldiers yang mengindikasikan bullish continuation.
Sementara dilihat dari sisi indicator terlihat Indikator stochastic masih bergerak uptrend di area overbought, MACD histogram masih bergerak naik di area positif, namun perlu diwaspadai mengingat candlestick yang telah keluar dari garis upper Bollinger band .
Pada perdagangan hari ini (4/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,743-3,650 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ITMG, ASII, dan SMGR.
Indosurya:
Pada perdagangan Senin (4/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.620-3.650. Candle masih melanjutkan penguatannya dan terakhir membentuk white marubozu. Bila dilihat dan dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, maka IHSG juga telah membentuk three white soldier dimana mengindikasikan besarnya kekuatan daya beli di pasar. Upper bollinger bands juga telah tersentuh sehinggga candle membutuhkan penyesuaian posisi. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R dan Stochastic telah di atas area overbought. Pasar kemungkinan masih merespons positif angka deflasi dan juga ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Namun melihat dari berkurangnya volume dan nilai transaksi serta indikator teknikal yang menunjukkan posisi sudah overbought, maka dimungkinkan pula terjadi aksi profit taking. Investor tetap waspada bila tanda-tanda ini mulai masuk ke bursa. Cermati saham RALS, ADRO, ITMG dan AKRA.
(qom/qom)











































