"Target pembiayaan sampai akhir tahun 2011 Rp 1 triliun, sampai akhir tahun lalu kita mencapai Rp 774 miliar," ungkap Direktur Utama HD Finance, Hariono dalam due dilligence & Public Expose di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Senin (4/4/2011).
Menurutnya, pasar motor baru masih memiliki peluang tumbuh. Strategi perseroan adalah fokus pada pasar Jabodetabek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih fokus di pembiayaan baru. Untuk second sedikit. Porsi Jabodetabek 63%. Jawa Barat 5%, Jawa Tengah 3%. Jawa Timur 15% dan Sumatera 14%," ucapnya.
Untuk mengejar pembiayaan Rp 1 triliun, perseroan akan menambah 17 kantor cabang baru, dari 16 cabang yang sudah berdiri. "Berturut-turut kantor kami akan jadi 48 cabang di 2012, 61 cabang di 2013, dana 70 cabang di 2014," ungkap Hariono.
Perseroan tengah menggalang dana sekitar Rp 100 miliar dalam bentuk penawaran perdana saham, guna mendukung pendanaan kendaraan motor milik mereka. Selain itu, kerja sama dengan perbankan juga terus dilakukan HD Finance demi memaksimalkan jaringan pihak ketiga.
Tercatat ada perbankan macam BCA, BNI, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, Permata, BII dana Commonwealth, yang telah bekerja sama dengan perseroan dalam pembiayaan kendaraan bermotor. Secara rata-rata, 5% dari total pembaiayaan menggunakan dana perseroan. Sisanya merupakan modal dari bank.
"Existing kita ada beberapa bank. Namun yang baru dan akan proses adalah Bank Mandiri dan BRI (Bank Rakyat Indonesia). Dan yang baru kita approach, Standard Chartered Bank, OCBC NISP. Tapi itu belum, masih menjajaki," tuturnya.
(wep/ang)










































