Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di Rp 8.660 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.690 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 10,779 poin (0,29%) ke level 3.718,266. Pengumuman deflasi di akhir pekan lalu membuat investor terus memburu saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin IHSG bisa kembali ke teritori positif secara perlahan, naik 5,009 poin (0,31%) ke level 3.712,496.
Sepanjang perdagangan Sesi II, rata-rata indeks bergerak di zona merah dan sempat menyentuh posisi terendahnya di 3.681,808. Pertahanan IHSG akhirnya hancur diderita aksi ambil untung yang marak terjadi di lantai bursa.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (4/4/2011), IHSG ditutup melemah tipis 7,440 poin (0,21%) ke level 3.700,047. Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun 2,503 poin (0,38%) ke level 662,504.
Saham-saham yang banyak terkena profit taking merupakan saham unggulan alias blue chip di sektor-sektor agrikultur menyusul prediksi harga minyak sawit mentah (CPO) yang akan turun tahun ini.
Hampir seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, namun masih ada yang mampu menguat yaitu sektor perdagangan, pertambangan, industri dasar, dan properti.
Transaksi investor asing masih hijau di perdagangan hari ini, tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 243,645 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 104.413 kali pada volume 3,085 miliar lembar saham senilai Rp 4,516 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 91 saham turun, dan 106 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih mantap melaju di jalur positif, meninggalkan satu-satunya indeks yang melemah di regional, yaitu IHSG.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional sore ini:
- Indeks Hang Seng melesat 348,68 poin (1,46%) ke level 24.150,58.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 10,50 poin (0,11%) ke level 9.718,89.  Â
- Indeks Straits Times menguat 21,66 poin (0,69%) ke level 3.142,13.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.450 ke Rp 56.4250, Indospring (INDS) turun Rp 1.100 ke Rp 8.000, Multibreeder (MBAI) turun Rp 950 ke Rp 17.000, dan Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 400 ke Rp 22.500.
(ang/qom)











































