Â
Menurut Direktur Keuangan TBIG Helm Yusman Santoro, alokasi dana akuisisi tersebut diambil dari total anggaran belanja modal sebesar US$ 120 juta. "Rencana akuisisi beberapa perusahaan pengelola tower yang kecil-kecil, tapi nanti tergantung size-nya. Dananya dari total dana capex tahun ini yaitu sekitar 30%," jelasnya di Jakarta, Selasa (5/4/2011).
Â
Selain untuk akuisisi perusahaan menara, belanja modal juga digunakan sebagai pembangunan menara telekomunikasi yang telah dipesan beberapa operator. Jumlah pesanan mencapai 1.600 unit untuk tahun 2011.
Â
Untuk satu menara, perkiraan anggara yang dihabiskan US$ 100 ribu, dimana hingga triwulan I-2011 total penyelesaian pembangunan tower mencapai 300-400 unit. Dalam operasional perusahaan, TBIG juga mendapatkan dana dari kas internal dan pinjaman perbankan.
Â
Kas Rp 800 miliar siap dikucurkan untuk mengembangkan bisnis tower. Juga ada fasilitas kredit yang siap dicarikan dari sindikasi perbankan, diantaranya HSBC, UOB, DBS, Mizuho, Bank of Tokyo Mitsubishi, Credit Agricole Corporate & Investment, dan ANZ Panin Bank. Total nilai fasilitas mencapai US$ 2 miliar.
(wep/ang)











































