Komposisi Utang Indofood Berubah
Selasa, 08 Jun 2004 13:55 WIB
Jakarta - Setelah menerbitkan obligasi ketiga tahun ini, komposisi utang PT Indofood Sukses Makmur Tbk bakal berubah. Semula, 17 persen utang Indofood berupa utang jangka pendek dan sisanya 83 persen jangka panjang. Setelah pembayaran dengan dana hasil obligasi, komposisi utang perseroan menjadi 9 persen utang jangka pendek dan 91 persen jangka panjang.Saat ini total utang Indofood mencapai US$ 392 juta dan Rp 3,9 triliun. Nantinya, setelah pembayaran yang dananya diperoleh dari penerbitan obligasi sebesar Rp 1 triliun, utang tersebut akan menjadi US$ 310 juta dan Rp 4,6 triliun."Sebenarnya, sebelum dan sesudah pembayaran jumlah utang sama Rp 7,4 triliun. Karena kita mengubah utang yang jangka pendek menjadi panjang sehingga nanti komposisinya menjadi 9 persen jangka pendek dan 91 persen jangka panjang," jelas Direktur Keuangan Indofood, Sri Dewi Subijanto, usai paparan publik di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa (8/6/2004).Disebutkan, utang yang akan dibayarkan sebesar US$ 82 juta dan Rp 245 miliar yang terdiri dari 69 persen utang jangka pendek dan 31 persen jangka panjang. Utang US$ 82 juta terdiri atas utang modal kerja US$ 48,8 juta dan utang jangka panjang US$ 31,3 juta. Sedangkan utang Rp 245 miliar terdiri dari Rp 242,5 miliar utang jangka pendek dan Rp 2,5 miliar utang jangka panjang.Utang yang tersisa adalah utang dalam bentuk euro bond sebesar US$ 310 juta yang diterbitkan tahun 2002 dengan tenor 5 tahun.Menurut Sri, tujuan penerbitan obligasi adalah untuk mengkonversi utang jangka pendek menjadi utang jangka panjang, mengurangi exposure dalam mata uang dolar AS dan perseroan mendapat pinjaman jangka panjang dengan tingkat bunga tetap yang sangat menguntungkan.
(ani/)











































