Demikian disampaikan oleh Direktur Utama GIAA, Emirsyah Satar ketika rapat dengan DPR Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
"Dana IPO dalam 2 bulan sudah kepakai US$ 25 juta dari US$ 250 juta untuk penambahan pesawat dan security pesawat. Komitmen kami dalam hal ini untuk armada sudah sampai 2013 nanti akan terus dilakukan yakni pendanaan pengembangan armada," ungkap Emirsyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapkan bisa mencapai 153 armada kedepannya," ungkap Emirsyah.
Seperti diketahui, Garuda melepas saham baru sebanyak 6,335 miliar lembar, atau setara dengan 26,67% dari total modal yang ditetapkan. Dengan harga pelaksanaan Rp 750 per lembar maka dana yang dapat Rp 4,751 triliun.
Uang ini tidak dinikmati Garuda sendiri. Pasalnya ada hak saham milik Bank Mandiri, dari utang perseroan yang kemudian dikonversi menjadi saham perdana. Saham Garuda milik BMRI sebanyak 1,9 miliar lembar, sedangkan milik BUMN Aviasi sendiri 4,4 miliar lembar. Dengan demikian jatuh murni Garuda atas saham IPO miliknya, Rp 3,3 triliun, sedangkan untuk BMRI Rp 1,451 triliun.
Dari saham yang dilepas itu, sebanyak 47,48% atau 3.008.406.725 lembar saham dari total saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terserap oleh penjamin emisi karena sepinya permintaan. Hanya 3.327.331.275 lembar yang terserap oleh pasar, baik melalui pooling ataupun institusi. Tercatat saham dipesan oleh 11.068 pihak, dengan jumlah lembar 3.327.331.275.
(dru/hen)











































