Demikian disampaikan oleh Direktur Utama KRAS Fawzar Bujang dalam rapat dengan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
"Kita berencana menambah lagi saham di Krakatau Posco sebesar 15%," ujar Fawzar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana IPO sebesar 25% akan digunakan untuk biaya pematangan lahan yaitu sebesar Rp 647 juta," tuturnya.
Selain itu, Fawzar mengungkapkan dana IPO paling besar digunakan untuk modernisasi dan ekspansi kapasitas produksi pabrik Hot Strip Mill (HSM) menjadi 3,5 juta ton.
"Dengan nilai sebesar Rp 927 miliar," tuturnya.
Lebih jauh Fawzar mengatakan, dana IPO lainnya digunakan untuk peningkatan modal kerja sebesar Rp 627 miliar dan penyertaan modal pada anak perusahaannya.
"Penyertaan modal anak perusahaan PT Krakatau Bandar Samudera untuk peningkatan kapasitas Bongkar Muat dan PT Krakatau Daya Listrik untuk meningkatkan kapasitas produksinya yakni senilai Rp 388,7 miliar," ungkapnya.
Fawzar mengatakan, total dana hasil IPO yang diperoleh KRASS senilai Rp 2,59 triliun. Perusahaan pelat merah itu melantai di bursa sejak 10 November 2010, dengan melepas 20% saham ke publik.
(dru/ang)










































