Intraco Penta Proyeksikan Penjualan 2004 Naik 20%
Selasa, 08 Jun 2004 17:03 WIB
Jakarta - Distributor alat-alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA), memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahun 2004 sebesar 20 persen menjadi Rp 560 miliar. Tahun lalu penjualan INTA turun 6 persen.Demikian diungkapkan Presiden Direktur INTA, Petrus Halim, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Hotel Crowne Plaza,Jakarta, Selasa (8/6/2004).Untuk proyeksi laba bersih, menurut Petrus, perseroan sulit memprediksi karena bisnis penjualan barang-barang modal sangat tergantung pada kestabilan nilai tukar rupiah maupun kondisi politik. Selain itu, usaha perseroan terkait dengan penanaman modal asing yang juga tergantung kepada kondisi rupiah dan politik dan keamanan.Mengenai dampak gejolak rupiah terhadap kinerja perseroan, Petrus mengaku, hal itu tidak ada pengaruhnya. Pasalnya, perseroan memiliki naturalhedging yang dengan sendirinya dapat meniadakan pengaruh dari gejolak rupiah tersebut.Namun demikian, fluktuasi rupiah bisa mengganggu kondisi usaha INTA. Hal itu menyebabkan investor yang akan menanamkan modalnya bersikap wait and see sampai rupiah kembali stabil.Hingga akhir tahun 2003, INTA membukukan penjualan sebesar Rp 471 miliar atau turun 6 persen dibandingkan tahun 2002. Sedangkan perolehan laba bersihnya Rp 2,6 miliar atau turun 83,4 persen.Menurut Petrus, penurunan itu disebabkan berkurangnya keuntungan selisih kurs dari Rp 40,8 miliar menjadi Rp 7,1 miliar. "Sehinggga untuk tahun 2003 perseroan tidak membagikan dividen," ujarnya.
(ir/)











































