Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan seluruh negara ASEAN termasuk 3 negara lain yaitu Jepang, China, dan Korea menyadari pentingnya menjaga kestabilan pasar finansial. Hal tersebut juga merupakan bagian dari Roadmap for Monetary and Financial Integration of ASEAN.
"Kami setuju untuk mengimplementasikan dan terlibat lebih jauh terhadap integrasi finasial dan memantau setiap komitmen yang dilaksanakan," ujar Bambang dalam paparan hasil pertemuan ASEAN Finance Ministers' Meeting (AFMM) ke-15 di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Jumat (8/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam tahap ini untuk menjamin obligasi swasta di ASEAN akan digelontorkan dan sebesar US$ 700 juta dalam bentuk Credit Guarentee and Investment Facility. Dan kami sambut baik kemajuan yang telah dicapai oleh asean infrastructure fund dalam mendukung pembiayaan infrastruktur di kawasan ini," jelasnya.
Selain itu, pada pertemuan AFMM, negara ASEAN dan ADB juga menyiapakan dana US$ 485,2 juta untuk pendanaan infrastruktur yang akan dimulai pada September mendatang.
"Dana ini sebagai bentuk solidaritas dan konensus demi pertumbuhan, konektivitas fisik, dan mengurangi jurang pertumbuhan infrastruktur antar negara ASEAN," tukas Bambang.
(nia/dnl)











































