Investor asing pada perdagangan minggu lalu membukukkan akumulasi pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 1835.39Β milyar, terdiri dari akumulasi pembelian sebesar Rp 8703,7 miliar dan akumulasi penjualan sebesar Rp 6868,3 miliar.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Senin (4/4/2011), IHSG melemah tipis 7,440 poin (0,21%) ke level 3.700,047.
- Selasa (5/4/2011), IHSG melemah 14,111 poin (0,39%) ke level 3.685,936.
- Rabu (6/4/2011), IHSG menguat 41,862 poin (1,13%) ke level 3.727,798.
- Kamis (7/4/2011), IHSG naik tipis 2,785 poin (0,07%) ke level 3.730,583.
- Jumat (8/4/2011), IHSG ditutup naik 11,228 poin (0,30%) ke level 3.741,811.
"Faktor-faktor yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG ke area positif pada minggu lalu antara lain dipengaruhi oleh rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten tahun 2010 yang sebagian besar menghasilkan kinerja yang positif serta pengumuman angka inflasi oleh BPS dimana pada bulan Maret lalu terjadi deflasi sebesar 0,32%," jelas Wisnu Karto, analis dari eTrading Securities, Senin (11/4/2011).
Sedangkan bursa Wall Street akhir pekan lalu kembali ditutup melemah tipis. Pada perdagangan Jumat, indeks Dow Jones ditutup menurun 29,44 poin (0,24%) ke level 12.380,05. Sementara indeks S&P 500 ditutup melemah 5,34 poin (0,4%) ke level 1.328,17. Lalu indeks Nasdaq turun 15,73 poin (0,56%) ke level 2.780,41.
Mengawali perdagangan Senin ini, IHSG diprediksi akan bergerak pada kisaran tipis saja. Investor akan menantikan pengumuman BI Rate pada 12 April besok, dan juga mencermati pergerakan bursa-bursa utama dunia yang kini sedang serba tipis menanti keluarnya laporan keuangan perusahaan.
Β
"Kami melihat yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG pada minggu ini antara lain keluarnya pengumuman BI mengenai tingkat suku bunga serta masih akan dipengaruhi oleh rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten selain itu isu radiasi nuklir Jepang dan Krisis politik yang masih memanas di Libya tampaknya juga masih terus dicermati perkemabangannya oleh para investor. Saham-saham yang layak diperhatikan pada perdagangan minggu ini antara lain ITMG, BBCA, dan ADRO," urai Wisnu.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
IHSG Jumat lalu ditutup naik 11 point (+0.30%) ke level 3,741.81 dengan jumlah transaksi sebesar 59 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp19 triliun. Tingginya nilai transaksi ini disebabkan karena adanya transaksi di pasar negosiasi untuk saham Berau Coal Energy (BRAU) sebesar 52 juta lot pada harga Rp540 per lembar atau senilai Rp14 triliun antara JP Morgan Securities Indonesia (BK) selaku pembeli dan Recapital Securities (LK) selaku penjual.
Tercatat sebanyak 113 saham mengalami kenaikan, 86 saham mengalami penurunan, 91 saham tidak mengalami perubahan dan 152 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh BMRI, BBRI, PGAS, KLBF dan ITMG sementara yang mengalami penurunan tertinggi hari ini dipimpin oleh ASII, TLKM, UNVR, BBCA dan BBNI.
Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp411 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. PGAS, BMRI, BBRI, BUMI dan LPKR.
Secara teknikal pada perdagangan jumat kemarin IHSG kembali berhasil bergerak menguat dengan indikator stochastic masih bergerak uptrend dan berhasil membentuk golden cross di area overbought, sementara MACD masih bergerak uptrend di wilayah positif namun perlu diwaspadai potensi profit taking melihat candlestick yang masih bergerak di area upper Bollinger band.
Pada perdagangan hari ini (11/4), IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,707-3,786 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INCO, TINS, dan INTP.
Panin Sekuritas:
Langkah S&P menaikkan rating Indonesia menjadi katalis positif bagi IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu. Seperti diberitakan S&P menaikkan S&P menaikkan peringkat utang dan sovereign credit dalam mata uang asing jangka panjang Indonesia dari 'BB' menjadi 'BB+', dengan outlook positif. S&P juga mempertahankan peringkat utang jangka pendek Indonesia pada 'B'. Nilai tukar rupiah berdasarkan data pekan lalu juga terlihat terus menguat. Hal ini mengindikasikan aliran dana asing yang masih masuk ke pasar finansial kita. Kami melihat untuk jangka pendek indeks masih akan cenderung menguat. Rendahnya ekspektasi tingkat inflasi hingga bulan depan, optimisme pertumbuhan ekonomi kuartal 1 yang diatas 6%, serta nainya rating hutang Indonesia akan menjadi pendorong naiknya indeks pada awal pekan. Disisi lain kami juga melihat pergerakan bursa regional masih akan dibayangi oleh data makro ekonomi AS, dampak krisis bencana di Jepang, serta krisis politik di Timur Tengah yang menyebabkan harga komoditas cenderung fluktuatif. Untuk awal pekan ini kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.730-3.780. Saham pilihan : ITMG, SGRO, GGRM, BJBR.
Indosurya:
Pada perdagangan Senin (11/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.688-3.709 dan resistance 3.746-3.763. IHSG masih terus bergerak naik dengan membentuk spinning tops di posisi atas meskipun upper bollinger bands telah tersentuh dan sebelumnya telah membentuk long legged doji cross di posisi atas. Biasanya pola seperti ini mengindikasikan akan adanya pelemahan. Tetapi, hal ini tidak terjadi. Pola penguatan seperti ini membawa IHSG berada di atas area overbought sehingga rawan koreksi sewaktu-waktu. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic telah berada di atas area
overbought namun, masih tertahan untuk melanjutkan kenaikan. Meski kenaikan rating menjadi sentimen positif dan memungkinkan IHSG untuk kembali menguat namun, Investor tetap berhati-hati bila terdapat sinyal profit taking .
(qom/qom)











































