Demikian disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Antam Bimo Budi Satriyo dalam siaran pers, Senin (11/4/2011).
"Proyek CGA Tayan dikembangkan oleh anak perusahaan Antam, PT Indonesia Chemical Alumina (ICA), yang merupakan perusahaan patungan antara Antam dengan Showa Denko K.K. (SDK) Jepang. Antam memiliki 80% saham PT ICA dengan sisa kepemilikan 20% saham dipegang oleh SDK," papar Bimo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konstruksi proyek CGA Tayan diperkirakan akan berjalan selama 32 bulan dengan operasi komersial dimulai pada Januari 2014. Proyek CGA Tayan akan mengolah cadangan bauksit Antam untuk memproduksi 300.000 ton CGA per tahun.
"Komoditas CGA akan diekspor ke Jepang dan juga dijual untuk pasar domestik Indonesia. Istilah 'chemical grade alumina' merujuk secara umum pada produk bahan baku berupa aluminum hidroksida dan alumina yang digunakan untuk aplikasi industri yang bukan industri aluminum," jelas Bimo.
Aluminum hidroksida adalah produk intermediate dan merupakan bahan yang dapat digunakan dalam penjernihan air. Sedangkan alumina dapat digunakan untuk memproduksi bahan pendukung komponen elektronik. Beberapa produk yang banyak menggunakan alumina diantaranya refractories, abrasives, produk bangunan, Integrated Circuit (IC), dan juga bahan untuk LCD Screen.
"Antam berharap proyek CGA Tayan akan menghasilkan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham melalui pengolahan cadangan bauksit Antam yang berjumlah besar dan berkualitas tinggi. Proyek CGA Tayan memiliki potensi pendapatan sekitar US$ 200 juta bagi PT Indonesia Chemical Alumina (ICA)," kata Bimo.
Dikatakan Bimo, proyek CGA Tayan yang merupakan bagian dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2015 Koridor Kalimantan.
(dnl/qom)










































