Trimegah Indikasikan Bunga Tetap untuk Obligasi Rp 300 M

Trimegah Indikasikan Bunga Tetap untuk Obligasi Rp 300 M

- detikFinance
Rabu, 09 Jun 2004 10:59 WIB
Jakarta - Obligasi PT Trimegah Tbk., senilai Rp 300 miliar memberikan indikasi tingkat bunga tetap antara 12,5-13,25 persen per tahun. Obligasi ini berjangka waktu lima tahun dan telah mendapat peringkat A- dari Pefindo.Hal ini diungkapkan Dirut PT Trimegah Avi G. Dwipayana dalam publik ekpose yang berlangsung di Hotel Shangri La, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Rabu, (9/6/2004). Bertindak sebagai penjamin emisi PT Danareksa Sekuritas dan Wali Amanat PT Bank Rakyat Tbk.Menurut Avi, dana dari hasil emisi obligasi ini seluruhnya akan dipergunakan untuk memperkuat modal kerja, yakni menambah dana pembiyaan marjin yang merupakan fasilitas untuk para nasabah saham (ekuiti).Trimegah memperkirakan pendapatan perseroan akan semakin optimal dengan adanya penambahan dana pembiayaan fasilitas marjin. Pasalnya, perseroan dapat memperoleh pendapatan bunga yang lebih besar serta dapat menggiatkan transaksi saham dari nasabah-nasabah ekuiti perusahaan yang berdampak pada pendapatan komisi dari perantara pedagang efek saham.Obligasi ini dijamin dengan jaminan piutang marjin sekurang-kurangnya 100 persen dari nilai pokok obligasi dengan jangka waktu minimal 30 persen sejak tanggal emisi, minimal 75 persen sejak 31 Desember 2004 dan 100 persen sejak 31 Maret 2005 sampai jatuh tempo obligasi.Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada 14 Juli 2004 dengan masa penawaran awal (book building) 9-17 Juni 2004, masa penawaran 2-7 Juli 2004 dan tanggal penjatahan 8 Juli 2004.Menurut Avi, usaha di bidang pembiayaan marjin sangat menguntungkan dan memberikan selisih bunga kepada perseroan sekitar 4-4,5 persen. Saat ini, Trimegah memiliki dana Rp 150 miliar untuk layanan fasilitas marjin, di mana dengan hasil emisi obligasi sebesar Rp 300 miliar, maka fasilitas marjin menjadi Rp 450 miliar.Target fasilitas marjin yang diharapkan perseroan mencapai 12 persen atau sekitar 1.470 nasabah dari total nasabah 12.000. Sehingga masih terdapat 88 persen nasabah yang belum dapat terlayani meski perseroan sudah menambah lewat emisi obligasi sebesar Rp 300 miliar. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads