Seperti diketahui, Otoritas nuklir Jepang menaikkan level darurat nuklir ke level 7 atau skala maksimum. Level sebelumnya adalah 5. Dengan level 7 ini berarti krisis nuklir di PLTN Fukushima sama buruknya dengan bencana nuklir Chernobyl di Ukraina pada 1986 silam.
"Ini penilaian awal dan akan difinalisasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," ujar pejabat di Badan Keselamatan Nuklir dan Industri (NISA) seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (12/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Jepang hingga sesi siang ini juga melemah. Indeks Nikkei-225 terpantu merosot 155,77 poin (1,60%) ke level 9.563,93. Indeks Topix juga turun 11,82 poin (1,39%) ke level 840,52. Saham-saham unggulan melemah karena meningkatnya ketidakpastian menjelang laporan keuangan setelah gempa 11 Maret lalu.
"Sebagian orang khawatir ada lagi dan lagi perusahaan besar termasuk produsen otomotif besar memangkas proyeksi pendapatannya untuk tahun bisnis kali ini," ujar Hideo Arimura, fund menajer senior Mizuho Asset Management.
(qom/dnl)











































