Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah tipis 8,749 poin (0,24%) ke level 3.737,089. Gempa dan krisis nuklir di Jepang menjadi pemicu sentimen negatif.
Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG terus terjebak di zona merah dan sempat menyentuh level terendahnya di 3.717,436, atau turun hampir 30 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen negatif kembali datang dari negeri sakura. Gempa yang terjadi kemarin serta naiknya tingkat krisis nuklir Jepang menjadi level tujuh membuat bursa-bursa Asia tertekan di zona merah.
Sementara dari dalam negeri, investor masih menunggu pengumuman Bank Indonesia (BI) terkait tingkat suku bunga acuan (BI Rate). Aksi tunggu dan ambil untung masih mewarnai perdagangan hingga siang ini.
Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 43.063 kali pada volume 1,217 miliar lembar saham senilai Rp 1,465 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 146 saham turun, dan 73 saham stagnan.
Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, tak satu pun mampu menguat. Penurunan terbanyak dialami oleh sektor industri dasar yang melemah lebih dari 1%.
Mayoritas bursa-bursa di Asia masih tertekan bencana gempa dan krisis nuklir di Jepang sehingga tak mampu naik ke teritori positif. Hanya bursa China yang mampu menguat didorong saham-saham industri baja.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 11,01 poin (0,36%) ke level 3.033,76.
- Indeks Hang Seng jatuh 323,00 poin (1,33%) ke level 23.980,07.
- Indeks Nikkei 225 terkoreksi 179,29 poin (1,84%) ke level 9.540,41.
- Indeks Straits Times melemah 23,18 poin (0,73%) ke level 3.137,26.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 48.800, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 ke Rp 56.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 40.700, dan Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 16.350.
(ang/qom)











































