PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mulai bersiap-siap untuk mengerjakan proyek kabel optik bawah laut tahap terakhir yang menghubungkan Sulawesi-Maluku-Papua. Biaya untuk proyek ini lebih dari US$ 5,5 juta.
Menurut Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, saat ini Telkom baru saja merampungkan pembangunan kabel optik bawah laut Mataram-Kupang yang memakan waktu 400 hari dengan panjang sekitar 1.100 km.
"Supaya jaringannya komplit, masih ada jaringan di Indonesia Timur lagi tahap kedua. Itu dari Sulawesi ke Maluku ke Papua. Sekarang masih proses evaluasi," katanya di kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (12/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rinaldi, seluruh pendanaan untuk proyek ini akan diambil dari kas internal perseroan dan sebagian lagi dari belanja modal alias capital expenditur (capex) perseroan tahun ini. Jika proyek ini rampung, maka seluruh Indonesia tersambung oleh kabel optik bawah laut.
Sama seperti sebelumnya, Telkom akan mengerjakan proyek ini sendirian, tanpa membuat perusahaan patungan atau menggandeng mitra lain. Tetapi, BUMN telekomunikasi itu tetap akan melakukan tender pengadaan yang melibatkan beberapa perusahaan kabel.
"Kemungkinan besar nanti kita sendiri. Kita harus tender untuk daptakan kualitas dan barang terbaik. Tendernya (melibatkan perusahaan) yang biasa, yang dulu-dulu lagi," ujarnya.
Tender dilakukan terhadap perusahaan yang pernah ikut dalam proyek sebelumnya karena perusahaan yang menyediakan kabel optik bawah laut tidak banyak. Menurut Rinaldi, hanya sekitar lima sampai enam perusahaan saja.
"Cuma ada beberapa, sekitar lima sampai enam perusahaan saja, seperti Huahwei, NEC, NSW, Fujitsu, Taico yang kemungkinan akan ikut," ungkapnya. (ang/dnl)











































