Bank sentral siap memberikan usulan kepada pemerintah untuk merevisi asumsi nilai tukar rupiah di 2011.
"Kalau di APBN 2011 asumsi nilai tukar Rp 9.250/US$ untuk sepanjang tahun 2011 masih terlalu tinggi saat ini. Perkiraan kita ke depan dan sisa tahun yang masuk ini akan coba lihat dan prediksi serta siap memberikan usulan berapa nilai tukar yang tepat," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A Sarwono di Gedung BI, Selasa (12/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflow akan masuk dan kecenderungan nilai tukar akan menguat, itu mendasari pemerintah melakukan revisi atau berniat melakukan revisi. Karena kita juga melihat nilai tukar rupiah rata-rata Rp 8.700/US$ sampai Maret 2011 ini," jelas Hartadi.
Seperti diketahui, penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini membuat pemerintah akan merevisi asumsi perhitungan rupiah dalam APBN 2011 dari Rp 9.250/US$ menjadi Rp 9.000/US$.
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah juga akan mengubah perhitungan asumsi harga minyak dari saat ini US$ 80 per baral. Namun belum bisa dipastikan angka perubahannya.
(dnl/dnl)











































