Menurut Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) yang dikutip detikFinance, Rabu (13/4/2011), aksi jual saham oleh investor asing itu terutama dipicu sentimen negatif tingginya inflasi.
"Perkembangan IHSG yang cukup bergejolak selama triwulan I-2011 direspons oleh pelaku pasar saham asing dengan mengurangi eksposurnya di pasar saham domestik. IHSG mencatat net jual asing sebesar Rp2,8 Triliun selama triwulan I-2011," tutur laporan tersebut.
Sementara pada Maret 2011, aksi jual itu juga berkaitan dengan dampak negatif bencana Jepang terhadap portofolio rebalancing pelaku pasar keuangan global. Seiring dengan meredanya sentimen dampak bencana Jepang, asing kembali melakukan pembelian pada penghujung periode laporan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rebound IHSG sempat terganggu oleh sentimen negatif dampak bencana Jepang terhadap pasar keuangan domestik. Hal tersebut sebagaimana tercermin dalam pergerakan IHSG yang bergejolak (volatile).
Namun, pada akhir triwulan laporan, IHSG berhasil kembali mencatat rebound diantaranya disebabkan oleh sentimen positif pelaku pasar yang memperkirakan dampak bencana Jepang hanya bersifat temporer atau jangka pendek.
Pelaku pasar memperkirakan sektor pertambangan akan meningkat menyusul meningkatnya kebutuhan komoditas energi berkaitan dengan penutupan PLTN di Jepang dan meningkatnya risiko Timur Tengah.
(dnl/qom)











































