Demikian disampaikan Direktur dan Chief Financial Officer INCO, Fabio Bechara di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Rabu (13/4/2011).
Penyelesaian PLTA Karebbe ditujukan sebagai substitusi bahan bakar thermal yang terbukti tidak efisien. Dimana bahan bakar thermal mencakup 86% dari total produksi perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama pembagunnanya, perseroan telah mendapat fasilitas pinjaman dari Mizuho Corporate Bank Ltd dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, sebesar US$ 300 juta. Setengahnya telah ditarik untuk mengejar penyelesaian pembangunan proyek.
Selain pinjaman, perseroan juga mengoptimalkan dana internal untuk proyek PLTA Karebbe 90 MW ini. "Pendanaan proyek Karebbe yang senilai US$ 410 juta telah kami peroleh dari kas internal dan dari pinjaman fasilitas senior ekspor dari dua bank Jepang," tegas Fabio.
(wep/ang)











































