Rebound Berlanjut, IHSG Naik 6,174 Poin

Rebound Berlanjut, IHSG Naik 6,174 Poin

- detikFinance
Rabu, 09 Jun 2004 16:22 WIB
Jakarta - Meski dalam kisaran sempit, technical rebound masih mampu mengangkat indeks Bursa Efek Jakarta (BEJ). Pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (9/6/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terdongkrak naik 6,174 poin pada level 709,753.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif ditransaksikan naik 0,770 poin pada level 153,459, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,140 poin pada level 115,611, Indeks Papan Utama (MBX) naik 1,918 poin pada level 192,920 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 1,000 poin pada level 161,029.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 10.394 kali pada volume 1.641.312 lot saham senilai Rp 498,248 miliar. Sebanyak 65 saham mencatat kenaikan harga, 34 saham mengalami penurunan harga dan 289 saham lainnya stagnan.Di jajaran top gainer, saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi antara lain Ramayana (RALS) naik Rp 175 menjadi Rp 4.250, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 100 menjadi Rp 5.200, Bank BRI (BBRI) naik Rp 75 menjadi Rp 1.600, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 1.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 menjadi Rp 13.550 dan Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 menjadi Rp 2.750.Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar (top loser) di antaranya Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.275, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 5.550, Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) turun Rp 50 menjadi Rp 925, London Sumatera (LSIP) turun Rp 25 menjadi Rp 975 dan Bumi Teknokultura Unggul (BTEK) turun Rp 10 menjadi Rp 250.Kenaikan indeks hari ini memang dipicu technical rebound yang terus berlanjut, walau dalam kisaran yang sempit. Meski investor telah melakukan pembelian kembali sejak hari petama pekan ini, namun masih terjadi pembelian yang terbatas sehingga technical rebound tidak terlalu signifikan. Investor masih melakukan pembelian selektif karena menunggu kondisi makro ekonomi, terutama kembali stabilnya nilai tukar rupiah. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads