PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) patok bunga obligasi subordinasi alias subdebt sebesar Rp 600 miliar di kisaran 10-11%.
Menurut Presiden Direktur BII Ridha Wirakusumah, hasil penerbitan surat utang ini rencananya akan digunakan untuk membiayai segmen usaha kecil dan menengah (UKM), komersial dan konsumen.
"Dengan penerbitan surat utang ini, rasio modal kita bisa bertambah sekitar 1,5%," katanya dalam Paparan Penawaran Umum Obligasi Subordinasi I BII Tahun 2011, Jakarta, Kamis (14/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank swasta ini sudah menunjuk Bahana Securities, Indo Primer Securities, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi alias underwritter.
Obligasi ini akan efektif pada 6 Mei 2011. Sementara penawaran umum akan dilakukan di 10-12 Mei 2011.
(ang/hen)











































