Berlian Laju Tanker Tambah Dua Kapal US$ 75 Juta

Berlian Laju Tanker Tambah Dua Kapal US$ 75 Juta

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 14 Apr 2011 16:59 WIB
Berlian Laju Tanker Tambah Dua Kapal US$ 75 Juta
Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) siap datangkan dua kapal baru senilai total US$ 75 juta. Kedua kapal berjenis pengangkutan kimia dan pengangkutan gas.

Menurut Direktur Keuangan BLTA, Kevin Wong, dua kapal diperkirakan akan datang pada pertengahan tahun. Dua kapal baru ini, akan menambah total armada perseroan yang kini mencapai 96 kapal.

"Ada dua kapal lagi, totalnya US$ 70-75 juta. Selama quarter I ini kita sudah datangkan satu kapal. Hari ini, kita baru datang satu kapal lagi pengangkut kimia," jelas Kevin usai paparan publik anak usaha, PT Buana Listya Tama di hotel Four Season, Jakarta, Kamis (14/4/2011).

Pembayaran kapal dilakukan dengan sistem cicilan. Sebanyak 60% sudah dibayarkan, sisanya akan dilunasi saat kapal diserahterimakan. "Dana dari fasilias pinjaman," ungkapnya.

Menurut catatan, perseroan setidaknya membutuhkan total dana US$ 120 juta dalam penambahan kapal hingga akhir tahun 2011.

Ia menambahkan, untuk anak usahanya, Buana Listya Tama siap menawarkan saham baru (IPO), dengan target dana maksimum Rp 1,27 triliun. Dimana sekitar Rp 661 miliar digunakan untuk pembelian dan atau konversi kapal tanker menjadi FPSO (floating, production, storage dan offloading), seperti tipe Panamax, Aframax, VLGC dan lainnya.

Sisanya, sekitar Rp 491,49 miliar atau 38,7% dari total dana IPO, sebagai pembayaran seluruh utang kepada pemegang saham. Ini dilakukan sebagai bagian dari utang BLTA kepada sejumlah kreditur, yang dipisahkan dari kewajiban induk.

Nantinya, usai IPO BLT tidak sama sekali memiliki kewajiban kepada BLTA. "BLT bisa melakukan pinjaman kepada perbankan untuk modal kerja serta capex. Karena rasio utangnya kecil, jumlah pinjaman pun  tidak lagi US$ 70 juta tapi bisa US$ 100 juta," tegas Kevin.

Sisa dana IPO, sekitar Rp 116,8 miliar untuk modal kerja BLT. Kisaran harga IPO BLT adalah Rp 105- Rp 175 per lembar. Menurut Executive Director of Investment Bank PT Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra, harga yang ditawarkan telah didiskon dari rata-rata harga industri.

"Kalau dengan pendekatan PE, maka IPO price ini berada dikisaran 6,5 kali sampai 10,6 kali. Rata-rata industri 15 sampai 16 kali. Untuk rasio EBITDA, 3,4 kali sampai 5 kali. Industri mencapai 7 kali," tegas Vicky.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads