Adhi Karya dan Wika Garap Proyek Rp 3,7 Triliun

Adhi Karya dan Wika Garap Proyek Rp 3,7 Triliun

- detikFinance
Jumat, 15 Apr 2011 19:15 WIB
Adhi Karya dan Wika Garap Proyek Rp 3,7 Triliun
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tercatat di bursa mencatat kontrak baru Rp 3,7 triliun sepanjang triwulan I-2011. ADHI meraih kontrak baru Rp 1,5 triliun, sementara WIKA Rp 2,2 triliun.

"Kontrak baru sampai Maret Rp 1,5 triliun," jelas Sekretaris Perusahaan ADHI Kurnadi Gularsoo, saat dihubungi detikFinance, Jumat (15/4/2011).

Kontrak ADHI dikontribusikan dari beberapa proyek kecil di daerah. Salah satunya pembangunan gedung Cirebon Super Block milik PT Karya Bersama Takarob senilai Rp 77,85 miliar. Emiten berkode ADHI ini akan mengerjakan struktur dan arsitektur selama 300 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek kedua pengerjaan struktur dan arsitektur proyek pembangunan gedung Menara The Convergence Indonesia di Rasuna Episentrum, Jakarta selama 15 bulan. Nilai proyeknya Rp 185 miliar.

ADHI juga sudah dapat proyek dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dari PT PLN (Persero). Masing-masing proyek tersebut nilainya Rp 357 miliar dan Rp 277 miliar

"Kontrak ini dari target baru kita Rp 12,5 triliun di 2011. Sedangkan kontrak carry over di tahun lalu Rp 6,9 triliun. Jadi total sekitar Rp 19,5 triliun. Untuk kontrak baru, ada jalan tol Rp 1,9 triliun, EPC yang terdiri dari power plan dan oil&gas Rp 2,2 triliun. High Rise Builiding Rp 4 triliun, dan infratruktur Rp 4,4 triliun," tambah Kurnadi.

Sementara, WIKA meraih kontrak baru Rp 2,25 triliun, dari target perseroan sepanjang 2011 Rp 12,3 triliun. Ini disampaikan langsung Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Pardede Argawan.

"Data sementara kontrak baru yang diperoleh per Maret 2010 mencapai Rp 2,25 triliun," ucapnya.

Kontrak baru WIKA didapat dari pembangunan penyedian air baku Palingkau Kabupaten Kapuas dengan nilai Rp 51,766 miliar, pekerjaan akses road lot 1 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III senilai Rp 91,969 miliar, serta perpanjangan dermaga B 400 M Dumai sebesar Rp 130,5 miliar.

Selain itu ada pula kontruksi jembatan sungai Lembak tahap kedua senilai Rp 70,565 miliar, juga pembangunan jembatan permanen di Pulau Sicanang Rp 32,394 miliar. Dua terakhir, jalan Kapuak/Rian-Tideng Pale sebesar Rp 36,474 miliar, dan Bandara Badaruddin II Palembang senilai Rp 37,795 miliar.

Tahun ini WIKA membidik kontrak perseroan Rp 25,68 triliun. Terdiri dari kontrak baru senilai Rp 12,3 triliun dan carry over Rp 13,38 triliun.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads