PT Danareksa (Persero) memperkirakan pendapatan perseroan turun sepanjang triwulan I-2011, dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena pembelian saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang tidak terserap pasar masa penawaran lalu.
"Revenue quarter I masih berat, karena quarter I masih ada PR Garuda. Quarter I lebih rendah dari quarter I tahun lalu. Jadi kita bereskan," jelas Direktur Utama Danareksa, Edgar Saputra di kantor Kementerian BUMN, Jumat (15/4/2011) malam.
Berdasarkan catatan Edgar, pihaknya bersama PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Securities menyerap 12% saham IPO GIAA yang tidak laku. Jadi masing-masing sekuritas BUMN ini menanggung 4%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GIAA sendiri merupakan BUMN terakhir yang mencatatkan diri di lantai bursa pada Februari 2011. Dengan harga perdana Rp 750, saham GIAA melangsung anjlok dan hingga kini berada pada level Rp 540. Ini juga menjadi catatan sejarah tersendiri, dimana GIAA menjadi BUMN pertama yang sahamnya langsung menurun sesaat setelah listing.
Namun, Edgar mengaku tidak akan melakukan penjualan dalam waktu dekat. Pasalnya, saham GIAA masih dibawah harga pembelian Danareksa.
"Kita ga ada rencana jual dibawah IPO. Karena kita yakin Garuda baik. Selama ini kita pegang aja. Belum ada target, tunggu performa Garuda. Kalau penuhi target mereka, pasti (saham) naik," ucap Edgar.
Apa yang dikhawatirkan publik bahwa Danareksa rugi, nyatanya tidak demikian. "Kerugian itu diatas kertas. Kalau belum jual beli, kan belum rugi. Insya Allah kita pertahankan," tambahnya.
MKBD anak usaha mereka pun, PT Danareksa Sekuritas, masih diatas batas ketentuan. "MKBD Rp 200 miliar. Jauh diatas. Ada dua cara penambahan modal, yakni dapat keuntungan atau equity tambahan.
Hingga kini, ada investor institusi yang mengincar saham GIAA milik Danareksa. Namun manajemen memutuskan bahwa saham tetap dipegang hingga nilainya lebih baik dari Rp 750 per lembar. "Investor banyak yang menanyakan, tapi kita belum ada yang persis. Kita mau diatas harga IPO. Namanya orang, jualan ya untung. Kita tidak ada preasure untuk menjual," pungkasnya.
(wep/ang)











































