Membaiknya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) mengangkat saham-saham di bursa Wall Street. Namun, pasar masih harus kembali berjuang dengan keluarnya laporan keuangan emiten S&P 500 pekan depan.
Indeks S&P 500 jatuh untuk minggu keduanya secara berturut-turut. Investor memburu saham-saham yang aman, yang bisa bertahan di tengah fluktuatifnya pasar. Indeks sektor peralatan dan alat kesehatan menjadi sektor yang menguat di Indeks S&P 500.
Laporan keuangan Google dan Infosys yang mengecewakan membuat saham-saham teknologi berjatuhan, sementara sektor finansial tertekan oleh laporan kinerja Bank of America.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkat inflasi bulan Maret masih terkendali dengan tingkat produksi industri yang meningkat. Sebuah survey yang terpisah menyatakan ada peningkatan sentimen konsumer di bulan April ini.
Investor khawatir tingginya harga energi dan makanan akan membuat belanja konsumen melambat. Selain itu, hal ini akan membuat Federal Reserve lebih cepat memperketat kebijakan moneternya yang selama ini masih longgar.
Indeks Dow Jones bertambah 56,68 poin (0,46%)ke level 12.341,83. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 5,16 poin (0,39%) ke level 1.319,68. Sementara Indeks Komposit Nasdaq menguat tipis 4,43 poin (0,16%) ke level 2.764,65.
Dalam sepekan, Indeks Dow Jones turun 0,3% sementara Indeks S&P 500 dan Nasdaq keduanya kehilangan 0,6%.
(ang/ang)











































