Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis 3 poin akibat melemahnya mayoritas bursa-bursa di Asia. Langkah pemerintah China memperketat kebijakan moneter menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan indeks.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 8.670 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.662 per dolar AS.
Mengawali perdagangan awal pekan, pagi tadi IHSG dibuka menguat tipis 4,257 poin (0,11%) ke level 3.734,769. Selain terbawa arus penguatan bursa regional, investor juga masih menunggu laporan keuangan emiten di triwulan I-2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun tipis 0,750 poin (0,03%) ke level 3.729,762. Indeks melemah akibat tekanan jual di saham-saham agrikultur, terutama saham produsen sawit.
Semakin lama, indeks jatuh semakin dalam akibat tekanan aksi jual menyusul sentimen negatif yang datang dari negeri tirai bambu. IHSG sempat jatuh di posisi terdalamnya 3.712,184.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (18/4/2011), IHSG turun tipis 3,439 poin (0,09%) ke level 3.727,073. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 0,866 poin (0,12%) ke level 667,866.
Selain sektor komoditas, saham-saham di sektor aneka industri juga terkena tekanan jual oleh investor. Sektor yang masih bisa menguat antara lain konsumer, properti, infrastruktur dan finansial.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 84.996 kali pada volume 2,840 miliar lembar saham senilai Rp 3,431 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 124 saham turun, dan 97 saham stagnan.
Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign buy sell) tipis senilai Rp 19,36 miliar di seluruh pasar.
Bursa-bursa di Asia mulai balik arah ke zona merah sore ini atas sentimen negatif China meningkatkan persyaratan cadangan di bank, yang akan mendorong pengetatan pada pasar luar negeri. Bursa China justru menjadi satu-satunya yang berhasil menguat.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 6,46 poin (0,21%) ke level 3.056,98.
- Indeks Hang Seng melemah 177,76 poin (0,74%) ke level 23.830,31.
- Indeks Nikkei 225 turun 34,87 poin (0,36%) ke level 9.556,65.
- Indeks Straits Times terkoreksi 10,56 poin (0,33%) ke level 3.142,74.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya XL Axiata (EXCL) naik Rp 200 ke Rp 5.850m Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 40.700, Indomobil (IMAS) naik Rp 150 ke Rp 8.200, dan Multibreeder (MBAI) naik Rp 150 ke Rp 17.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 750 ke Rp 25.750, Astra Internasional (ASII) 700 ke Rp 54.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 48.200, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 28.000.











































