PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membagi dividen Rp 23 per lembar dari laba bersih di tahun buku 2010, senilai Rp 828 miliar. Dividen yang dibagikan setara 21,3% dari laba.
Demikian hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (18/4/2011).
Menurut Presiden Direktur Holcim Indonesia, Eamon Ginley, pembagian dividen rencananya akan dibayar pada Mei 2011. Dividen Rp 23 per lembar setara dengan Rp 178,19 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya penurunan laba bersih, maka laba bersih per saham dasar perseroan juga turun menjadi Rp 108 per saham, sedikit di bawah angka yang dibukukan pada tahun 2009 lalu.
Akibat penguatan rupiah yang besar terhadap dolar AS pada tahun 2009, perusahaan mampu mencatatkan laba selisih nilai tukar cukup besar sehingga ikut meningkatkan laba sebelum pajak. Kondisi ini tidak terjadi pada tahun 2010, sementara upaya perusahaan untuk terus mengurangi jumlah hutang membuat beban bunga dapat ditekan sampai 48%.
"Kami lihat 2010 merupakan tahun yang penting bagi Holcim Indonesia dan tentunya juga bagi para pemegang saham. Di tahun tersebut kami bisa mempertahankan pendapatan perusahaan di level yang baik," paparnya.
"Tingkat hutang berkurang. Dan di tahun yang penting tersebut, langkah terakhir kami adalah melakukan reorganisasi dan eliminasi defisit, sehingga bisa kembali membagi deviden," tegas Eamon.
Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham Holcim melemah 50 poin (2,29%) ke level Rp 2.125 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 332 kali dengan volume 12.240 lot senilai Rp 12,986 miliar.
(wep/ang)
