Outlook AS Dipangkas, Wall Street Merosot

Outlook AS Dipangkas, Wall Street Merosot

- detikFinance
Selasa, 19 Apr 2011 07:12 WIB
Outlook AS Dipangkas, Wall Street Merosot
New York - Indeks saham di Wall Street merosot lebih dari 1% setelah lembaga pemeringkat menurunkan outlook utang Amerika Serikat serta kebijakan moneter ketat yang diterapkan China.

"Karena AS memiliki peringkat yang relatif setara dengan 'AAA', apa yang kami pertimbangkan adalah defisit anggaran yang sangat besar dan meningkatnya utang pemerintah dan karena cara untuk menangani ini belum jelas bagi kami, kami merevisi outlook peringkat jangka panjang dari stabil ke negatif," demikian pernyataan dari S&P.

Standard & Poor's merevisi outlook peringkat utang AS menjadi 'negatif' akibat buruknya proyeksi anggaran negara tersebut. Sementara China mengambil tambahan kebijakan moneter dengan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua kebijakan itu dikhawatirkan semakin memperburuk proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

"Pengumuman itu memberikan dampak ke pasar seperti ledakan gas di pertambangan," ujar Gregori Volokhine, analis dari Meeschaert Capital Markets seperti dikutip dari AFP, Selasa (19/4/2011).

Pada perdagangan Senin (18/4/2011), indeks Dow Jones ditutup melemah 140,24 poin (1,14%) ke level 12.201,59. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 14,54 poin (1,10%) ke level 1.305,14 dan Nasdaq melemah 29,27 poin (1,06%) ke level 2.735,38.

Volume perdagangan masih rendah, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,83 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

Mitch Rubin, chief investment officer dari RiverPark Advisors mengatakan, musim laporan keuangan ini bergejolak dalam jangka pendek.

"Pergerakan pasar akan didorong oleh laporan keuangan dan kita telah melihat banyak hasil yang beragam. Dan disana banyak kekecewaan seputar laporan keuangan bank," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads