Bursa Asia Tertekan, IHSG Balik ke 3.600

Bursa Asia Tertekan, IHSG Balik ke 3.600

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2011 09:37 WIB
Bursa Asia Tertekan, IHSG Balik ke 3.600
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 16 poin dan kembali nongkrong di level 3.600 akibat pelemahan bursa-bursa di Asia menyusul pengetatan kebijakan moneter China serta penurunan outlook utang Amerika Serikat (AS).

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka kembali melemah ke posisi Rp 8.685 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.670 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG merosot 16,939 poin (0,46%) ke level 3.710,134. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 4,355 poin (0,66) ke level 663,511.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Selasa (19/4/2011), IHSG merosot 16,841 poin (0,45%) ke level 3.710,232. Indeks LQ 45 turun 4,330 poin (0,64%) ke level 663,536.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terus melemah, terkoreksi 32,393 poin (0,87%) ke level 3.694,680. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 7,287 poin (1,09%) ke level 660,579.

Kemarin, IHSG ditutup turun tipis, mengikuti gerak bursa regional yang melemah setelah China memperketat kebijakan moneternya dengan menaikkan Giro Wajib Minimum.

Bursa Wall Street tadi malam merosot lebih dari 1% setelah lembaga pemeringkat menurunkan outlook utang Amerika Serikat serta kebijakan moneter ketat yang diterapkan China.

Sentimen negatif ini membuat bursa-bursa di regional tertekan dan jatuh ke zona merah. Pelemahan paling dalam diderita oleh bursa Jepang.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia pagi ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 28,13 poin (0,92%) ke level 3.029,20.   
  • Indeks Hang Seng anjlok 277,27 poin (1,16%) ke level 23.553,04.
  • Indeks Nikkei 225 ambruk 142,66 poin (1,49%) ke level 9.413,99.   
  • Indeks Straits Times melemah 29,69 poin (0,94%) ke level 3.114,69.   
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka kembali melemah ke posisi Rp 8.685 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.670 per dolar AS.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads