"Di Elnusa itu orang Pertamina cuma ada dua. Itu Direktur Utamanya, dan Direktur Operasi. Sedangkan Santun Nainggolan bukanlah orang dari Pertamina,"Â tegas VP Corporate Pertamina, Mochammad Harun ketika dihubungi detikFinance, Jakarta (25/4/2011).
Harun melanjutkan, hal tersebut ditegaskan agar tidak ada pihak yang 'menembak' bahwa Santun adalah orang Pertamina.
Â
"Terus terang kita prihatin, dan kita minta supaya bisa diselesaikan dengan baik case-nya. Karena kan Elnusa dan bank Mega sama-sama Tbk kan?," kata Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harun juga menegaskan, Elnusa bukan lagi anak usaha Pertamina karena kepemilikannya di perusahaan migas tersebut sudah kurang dari 50%. Berdasarkan data, saham Elnusa kini dimiliki oleh:
- PT Pertamina (Persero) 41,10%
- PT Benakat Petroleum Energy Tbk. (BIPI) 37,15%
- Publik 21,75%.
Seperti diketahui, manajemen Elnusa mengaku kebobolan hingga Rp 111 miliar, yang diduga ada keterlibatan oknum Bank Mega. Pembobolan dana dilakukan oleh Direktur Keuangan Elnusa yang telah dipecat, Santun Nainggolan melalui pencairan deposito. Namun pihak Bank Mega bersikukuh pihaknya tidak bersalah dalam mencairkan deposito on call tersebut.
(nrs/qom)











































