Seperti dikutip dari siaran pers perseroan, Senin (25/4/2011), distributor bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar itu menjual Sorini sebesar Rp 2,2 triliun dan akhirnya meraup laba luar biasa hasil divestasi sebesar Rp 1,685 triliun.
Divestasi tersebut telah dirampungkan pada tanggal 28 Januari 2011. Jika dilihat tanpa laba luar biasa itu, laba bersih inti (Core Net Profit) perseroan naik 82% menjadi Rp 128 miliar di triwulan I-2011 dibandingkan Rp 70 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya penjualan BBM di Indonesia menyebabkan pendapatan AKRA naik 149% menjadi Rp 3,461 triliun, dibandingkan Rp 1,391 triliun selama periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan pendapatan BBM ini didorong oleh kenaikan penjualan Solar atau HSD (High speed diesel) dan produk BBM lainnya kepada perusahaan pertambangan di wilayah timur Indonesia sejalan dengan kenaikan permintaan dari sektor industri yang lain.
Bahan kimia dasar perseroan juga tumbuh 31% menjadi Rp 584 miliar sejalan dengan naiknya permintaan akan bahan baku yaitu bahan baku produksi untuk bermacam industri dan barang sektor konsumen.
Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham AKRA naik 20 poin (1,26%) ke level Rp 1.600 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 802 kali dengan volume 23.611 lot senilai Rp 18.72 miliar.
(ang/dnl)











































