"Kami optimis, bisa Rp 1 triliun hingga akhir tahun," jelas Direktur Utama DIM, John D. Item, di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (26/4/2011).
Ia menambahkan, reksa dana ini bernama RD Danareksa Melati Platinum Rupiah. Produk ini merupakan rebranding dari nama sebelumnya, RD Danareksa JS Optima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Strateginya baru, ini untuk menghadapi tren suku bunga yang naik. Walaupun obligasi turun, tapi return (Melati Platinum Rupiah) seperti terproteksi. Namun kalau reksa dana terproteksi kan return terbatas," katanya.
DIM menjanjikan imbal hasil minimal 6%, dengan tenor penyertaan minimal 3 tahun. Masyarakat dapat menyertakan modalnya minimal Rp 1 juta, dan dapat dicairkan sewaktu-waktu.
"Bahkan bisa lebih hingga 9-10% kalau indeks sahamnya naiknya," paparnya.
Sebagai catatan, dalam penyertaan pada saham metode yang dilakukan DIM sama seperti dalam pemilihan saham di reksa dana Mawar Fokus 10. Yakni saham-saham second liner yang dipilih.
"Dalam istilahnya, Hyrib. Jadi proteksi dan fix income ada. Metode pakai saham kapitalisasi menengah," tegasnya.
Target investor pada produk terbaru perseroan adalah mereka yang telah menempatkan pada jenis reksa dana fix income di MI lain. Bisa pula nasabah deposito yang semakin khawatir bunga (imbal hasil) terus menurun.
"Kami pakai SUN dengan jangka 3 tahun," imbuh John.
(wep/ang)










































