Ketiga indeks di Wall Street menguat setelah Bernanke menegaskan pernyataan the Fed bahwa inflasi merupakan masalah yang tidak abadi terutama sekali berhubungan dengan tekanan harga-harga.
"The Fed mengundang inflasi aset yang direfleksikan pada aksi harga-harga saham," ujar Tom Sowanick, chief investment officer OmniVest in Princenton seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasdaq ditutup pada 2.869,88, yang merupakan titik tertingginya sejak 12 Desember 20000. Penguatan Nasdaq terutama ditopang oleh saham-saham peritel dan bioteknologi.
Volume perdagangan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange sebesar 7,59 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,73 miliar lembar saham.
Bank Sentral AS dalam pertemuan rutinnya kembali mempertahankan suku bunga ekstra rendahnya di kisaran 0-0,25%. Federal Open Market Committe juga menyatakan akan menuntaskan program pembelian surat berharga hingga US$ 600 miliar hingga Juni sesuai jadwal.
Bernanke dalam konferensi persnya juga mengatakan sedikit kurang momentum dalam perekonomian dan ia melihat sedikit melemahnya angka-angka kemungkinan di bawah 2% untuk pertumbuhan PDB dalam 3 bulan tahun ini.Β Hal tersebut mengindikasikan the Fed sepertinya akan mempertahankan kebijakan akomodatifnya meski khawatir tentang masalah inflasi.
"Saham-saham bergerak solid seharian, setelah menerima pernyataan manis dari Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke usai pertemuan," ujar analis Charles Schwab dalam catatannya seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































