Kalbe Farma Cetak Laba Rp 316 Miliar, Naik 23%

Triwulan I

Kalbe Farma Cetak Laba Rp 316 Miliar, Naik 23%

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2011 10:34 WIB
Kalbe Farma Cetak Laba Rp 316 Miliar, Naik 23%
Jakarta -

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencetak laba bersih Rp 316 miliar untuk triwulan I tahun ini, naik 23% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 256 miliar. Naiknya laba dipicu penurunan beban pajak dan penurunan nilai hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan.

Dengan adanya pertumbuhan laba bersih tersebut, laba bersih per saham meningkat sebesar 23,2% dari Rp 27 per lembar saham menjadi Rp 34 per lembar saham.

"Kalbe telah konsisten melaksanakan peningkatan produktivitas biaya produksi dan efektivitas beban marketing, sambil meningkatkan pertumbuhan melalui pengembangan portofolio bisnis," kata Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Vidjongtius dalam siaran persnya, Kamis (28/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, perseroan membidik pertumbuhan laba bersih di 2011 sebesar 15%-18% atau pada kisaran Rp 155–Rp 160 per lembar saham.

Kalbe membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,353 triliun, naik 7,5%, dibandingkan tiga bulan pertama di 2010 sebesar Rp 2,188 triliun.

Kinerja Divisi Obat Resep memberikan kontribusi sebesar 28,5% terhadap total penjualan bersih Perseroan, dengan penjualan sebesar Rp 671 miliar, atau tumbuh 11% dari Rp 605 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan penjualan didukung oleh ketersediaan produk obat resep yang lengkap untuk seluruh segmen masyarakat," ujarnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan obat generik, Kalbe telah menyelesaikan pabrik di Cikarang yang akan khusus memproduksi obat generik dalam bentuk tablet, yang pada saat ini sedang menunggu diperolehnya sertifikasi dari BPOM.

Kalbe juga telah memulai pembangunan fasilitas produksi untuk produk obat kanker dengan tujuan meningkatkan ketersediaan obat kanker dengan harga yang terjangkau.

Sementara Divisi Produk Kesehatan pada tiga bulan pertama di 2010, memberikan kontribusi 18,2%. Penjualan bersih Divisi Produk Kesehatan mecapai Rp 428 miliar, naik 14,1% dari Rp 375 miliar pada periode yang sama tahun 2010.

"Walaupun penjualan minuman energi masih belum stabil, pertumbuhan penjualan obat bebas yang baik yang ditunjang oleh kontribusi produk-produk baru telah memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Divisi Produk Kesehatan secara keseluruhan," tambahnya.

Ia menambahkan, pada 18 April 2011 perseroan telah mengumumkan rencana peningkatan pembayaran dividen menjadi sekitar 50% atas laba bersih 2010, atau sekitar Rp 643 miliar, dibandingkan dengan dividen yang dibagikan sebesar 25% atas laba bersih 2009 atau setara dengan Rp 254 miliar.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.30 waktu JATS, harga saham (KLBF) stagnan di Rp 3.575 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 613 kali dengan volume 24.152 lot senilai Rp 43.291 miliar.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads