Demikian disampaikan oleh Direktur Utama BRI Sofyan Basir usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
"Sebagian deviden tersebut sebesar Rp 556 miliar telah dibayarkan pada 30 Desember 2010 sebagai deviden interim. Sisanya Rp 1,72 triliun atau Rp 70,04 per lembar saham akan dibagikan sebagai dividen tunai," jelas Sofyan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemegang saham juga memberikan wewenang kepada pemegang saham Seri A Dwi Warna dalam hal ini Republik Indonesia untuk menentukan besaran laba bersih untuk program kemitraan bina lingkungan 4% atau Rp 458,89 miliar," jelas Sofyan.
Dengan begitu maka laba ditahan BRI menjadi minimal 73,5% dari total laba bersih, atau sebesar Rp 8,43 triliun.
RUPS juga menyetujui pergantian Direksi BRI yakni Bambang Supeno digantikan Randi Arto sebagai direktur perseroan.
(dnl/dnl)











































