Penguatan rupiah yang sejalan dengan ekspektasi pasar tersebut menurut Bank Indonesia disebabkan karena masuknya aliran modal ke Indonesia akibat penerapan suku bunga rendah oleh The Fed.
"Rupiah bergerak menguat sejalan dengan expektasi pasar, berlanjutnya penerapan suku bunga rendah oleh The Fed dan program quantitative easing US$ 600 miliar sampai dengan Juni 2011," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (28/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin (27/4/2011) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat di posisi Rp 8.575/US$ menguat dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp 8.625/US$.
Cadangan Devisa Tembus US$ 110,5 miliar
Ditengah arus modal masuk, cadangan devisa RI terus menggelembung. Bank Indonesia mencatat Per 26 April 2011 cadangan devisa RI naik US$ 1 miliar dari posisi per 20 April 2011 yang sebesar US$ 109,5 miliar.
"Per 26 April 2011 cadangan devisa mencapai US$ 110,5 miliar," kata Hartadi.
Sementara itu Hartadi mengatakan kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai Rp 84,7 triliun atau menguasai 36,8% dari total dana di SBI. "Sedangkan kepemilikan asing di SUN (Surat Utang Negara) mencapai Rp 218 triliun atau 31,3% dari total dana di SUN," tandasnya.
(dru/qom)











































