Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 10 poin terkena aksi profit taking atas posisinya yang sudah cukup tinggi. Investor terus mengambil untung di saham-saham bank meski banyak sentimen positif yang beredar.
Mengawali perdagangan akhir pekan pagi tadi, IHSG naik tipis 0,993 poin (0,02%) ke level 3.809,922. Indeks langsung naik-turun antara zona merah dan hijau. Posisinya yang sudah terlalu tinggi membuatnya rawan koreksi.
Tak lama setelah mencapai posisi tertingginya hari ini di 3.815,694 IHSG langsung terkoreksi akibat profit taking. IHSG pun akhirnya jatuh ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profit taking kembali terjadi di lantai bursa, IHSG kembali masuk di posisi overbought sehingga koreksi ini wajar. Hampir semua indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah.
Saham-saham berbasis tambang dan aneka industri menjadi incaran investor sehingga kedua sektor tersebut menjadi penahan jatuhnya IHSG.
IHSG tak hiraukan kinerja emiten-emiten di triwulan I yang positif serta potensi terjadinya inflasi di bulan April ini. Aksi ambil untung terus berlanjut, meski investor asing masih membukukan pembelian bersih hingga siang ini.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 49.137 kali pada volume 2,273 miliar lembar saham senilai Rp 2,023 triliun. Sebanyak 78 saham naik, 115 saham turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa China menjadi satu-satunya bursa di Asia yang berhasil menguat, setelah dalam beberapa hari terakhir bursa negeri panda itu tertekan akibat pengetatan kebijakan moneternya. Layaknya IHSG, bursa-bursa Asia lainnya masih tertekan di zona merah.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,25 poin (0,11%) ke level 2.890,29.
- Indeks Hang Seng melemah 122,83 poin (0,52%) ke level 23.682,80.
- Indeks Straits Times turun 8,55 poin (0,27%) ke level 3.176,44.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indospring (INDS) naik Rp 1.800 ke Rp 11.000, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 100.500, Waran Sinarmas (SMAA-W4) naik Rp 1.000 ke Rp 2.300, dan Sinarmas (SMAA) naik Rp 550 ke Rp 2.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain BCA (BBA) turun Rp 250 ke Rp 7.350, BRI (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 6.400, Mayora (MYOR) turun Rp 150 ke Rp 11.200, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 46.900.











































