Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan, Jumat (29/4/2011), pendapatan usaha naik tipis 3% dari Rp 4,73 triliun menjadi Rp 4,87 triliun. Sumbangan pendapatan selular mencapai Rp 3,96 triliun, dan divisi non selular Rp 913,4 miliar.
Namun, beban usaha justru naik 5,6% menjadi Rp 4,21 triliun dari periode sebelumnya Rp 3,98 triliun. Hal ini menjadikan laba usaha turun 10,6% dari Rp 666,8 miliar menjadi Rp 746 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laba meningkat sebagai akibat meningkatnya laba atas selisih kurs dan turunnya jumlah beban pendanaan, walaupun terjadi peningkatan dalam beban penyusutan dan amortisasi," terang manajemen dalam rilis yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (29/4/2011).
Sementara total utang perseroan hingga akhir Maret 2011 tercatat Rp 23,95 triliun, turun 3,9% dari periode sebelumnya Rp 24,93 triliun.
"Indosat mengurangi total jumlah hutangnya setelah membayar hutang jatuh tempo, cicilan pinjaman SEK Tranche B sebesar US$ 11,1 juta, cicilan pinjaman fasilitas COFFACE dari HSBC sebesar US$ 7,9 juta dan cicilan pinjaman SINOSURE dari HSBC sebesar US$ 2,2 juta," tuturnya.
Jumlah pelanggan selular perseroan sampai triwulan I-2011 mencapai 45,7 juta orang, naik 21,2% dari sebelumnya 27,7 juta orang. Pelanggan wireless broadband mencapai 543,2 ribu, turun dari periode sebelumnya, 755,6 ribu.
"ARPU selular turun sebesar 14,8% terhadap tahun lalu utamanya disebabkan peningkatan sebesar 21% jumlah pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ucap manajemen ISAT.
(wep/ang)











































