Demikian disampaikan Direktur Utama GIAA, Emirsyah Satar usai rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Jumat (29/4/2011).
"Operating revenue (pendapatan operasi) naik 49% menjadi Rp 5,189 triliun," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap quarter cycle, selalu lost. Tapi tahun ini lebih kecil 28%," tutur Emirsyah. Namun ia enggan menyebutkan pencapaian laba bersih perseroan, dengan alasan laporan keuangan lengkap akan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) malam ini.
Ia menambahkan, jumlah penumpang hingga Maret 2011 mencapai 3,67 juta orang, dibandingkan dari periode sebelumnya 2,57 juta orang. Sementara kapasitas produksi (availability seat kilometer atau ASK), naik 40% dari 3,7 miliar kursi kilometer ke 5,2 miliar kursi kilometer.
"Dengan demikian yield penumpang meningkat naik 71,7%," tambahnya.
Tak Bagi Dividen
Sementara itu, dalam RUPS pemegang saham menyepakati laba bersih di 2010 sebesar Rp 515,521 miliar digunakan sebagai pengurang saldo rugi tahun buku sebelumnya. Sehingga perseroan tak membagi dividen.
"Keuntungan tahun berjalan, jadi pengurang. Berdasarkan berhitungkan kita, untuk menghilangkan kerugian kumulatif lama sekali. Maka kita lakukan kuasi reorganisasi. Mudah-mudahan dilakukan pada semester II, dan minta persetujuan dalam RUPSLB kemudian," kata Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan.
(wep/dnl)











































