BEI Minta Keterangan Indospring Karena Saham Bergerak Tak Wajar

BEI Minta Keterangan Indospring Karena Saham Bergerak Tak Wajar

- detikFinance
Selasa, 03 Mei 2011 18:32 WIB
BEI Minta Keterangan Indospring Karena Saham Bergerak Tak Wajar
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta keterangan kepada manajemen PT Indospring Tbk (INDS) terkait peningkatan harga saham perseroan hingga otoritas memasukkan ke dalam daftar unusual market activity (UMA). BEI juga akan menelurusi pergerakan tidak wajar ini dari broker yang mentransaksikan saham INDS.

Hal ini disampaikan Direktur Pengawasan Transaksi dan Anggota Bursa, BEI Uerip Budhi Prasetyo saat berbincang dengan detikFinance di kantornya, SCBD Jakarta, Selasa (3/5/2011).

"Kami minta info ke emiten. Kami menanyakan. Kenapa bergerak," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun langkah yang dilakukan BEI baru awal, hingga belum ada pemanggilan atas manajemen Indospring.

Regulator juga akan meminta keterangan kepada perusahaan efek atau broker yang mentransaksikan saham perseroan hingga menembus batas autoreject batas atas pada tiga perdagangan secara berturut-turut, yaitu sejak tanggal 28, 29 April, dan 2 Mei 2011.

"Juga ke anggota bursa yang bertransaksi. Kita minta data. Belum (memanggil). Kalau bergerak volotile lagi, ada tindak lanjutan," tambahnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, saham Indospring masuk UMA lantaran telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas transaksi di luar kebiasaan. Setelah tembus auto reject batas atas pada tiga perdagangan secara berturut-turut, yaitu sejak tanggal 28, 29 April dan 2 Mei kemarin. Hari ini sahamnya langsung terkoreksi.

Pada penutupan perdagangan tanggal 28 April, saham INDS naik 1.500 poin (19,48%) ke level Rp 9.200 per lembar. Pada 29 April saham perseroan kembali melejit, naik 1.800 poin (19,56%) ke level Rp 11.000 per lembar.

Kenaikan harga saham INDS terus berlanjut hingga perdagangan Senin 2 Mei 2011 kemarin dan naik 20% atau setara 2.200 poin ke level Rp 13.200 per lembar.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads