Dolar AS Rebound, Pasar Tunggu Agenda Rapat Bank Sentral

Dolar AS Rebound, Pasar Tunggu Agenda Rapat Bank Sentral

- detikFinance
Rabu, 04 Mei 2011 10:52 WIB
Jakarta -
Euro melemah terhadap dolar pada sesi perdagangan Selasa (3/5) setelah pengumuman paket bailout Portugis dari Uni Eropa dan IMF. Jumlah dana bailout yang hanya 78 miliar euro dinilai tidak cukup untuk mengatasi problem hutang Portugis.

Terhadap dolar, euro terkoreksi hingga 1.4751 sebelum kemudian ditutup di kisaran 1.4819 pada akhir sesi. Sebelum pengumuman paket bailout, euro sempat mendekati kembali level 1.49 terhadap dolar.


ECB akan menaikkan lagi suku bunganya pada jadwal rapat suku bunga berikutnya bulan Juni mendatang. Jika benar demikian, euro berpeluang menembus level psikologis 1.50 terhadap dollar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dolar, sementara itu, berlanjut melemah terhadap franc Swiss hingga menyentuh catatan terendah baru dalam sejarah. Didukung oleh fundamental perekonomiannya yang kuat dan prospek pengetatan moneter, franc Swiss kemarin terpantau menguat hingga kisaran 0.8594 per dollar.

Pernyataan-pernyataan Gubernur Bank Sentral Swiss (SNB) Philipp Hildebrand belakangan ini mengindikasikan kemungkinan SNB akan menaikkan suku bunganya, paling awal bulan Juni mendatang.

Kekhawatiran mengenai aksi balasan oleh kelompok-kelompok radikal menyusul tewasnya gembong teroris Osama bin Laden turut mendongkrak franc dengan statusnya sebagai safe-haven currency. Terhadap franc Swiss, dollar ditutup melemah 0,4 persen di 0.8613 pada akhir sesi.

Untuk alasan yang sama, yen yang memang kerap menjadi alternatif safe-haven, juga terpantau menguat versus dollar. Yen diperdagangkan menguat sekitar 0,34 persen di 80.96 per dolar pada akhir sesi perdagangan Selasa.

Pada perdagangan lainnya, dolar Australia dan poundsterling melemah tajam terhadap dolar. Dolar Australia tertekan setelah Bank Sentral Australia (RBA) kemarin terkesan tidak se-hawkish yang diharapkan di samping memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level 4,75 persen. Aussie ditutup melemah hampir satu persen di 1.0834 terhadap dolar.

Demikian pula poundsterling, ditutup melemah satu persen di 1.6481 terhadap dollar. Lemahnya data aktivitas sektor manufaktur Inggris yang dirilis kemarin memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Inggris (BoE) mungkin akan mempertahankan tingkat suku bunganya pada level terendah lebih lama dari yang semula diharapkan.

Sebagaimana ECB, BoE Kamis besok diharapkan akan mempertahankan tingkat suku bunganya pada level 0,50 persen. (atz)




(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads