Elnusa Kapok Simpan Uang di Bank Mega

Elnusa Kapok Simpan Uang di Bank Mega

- detikFinance
Kamis, 05 Mei 2011 15:52 WIB
Elnusa Kapok Simpan Uang di Bank Mega
Jakarta - Manajemen PT Elnusa Tbk mengaku kapok menyimpan uangnya di Bank Mega, menyusul raibnya uang operasionalnya Rp 111 miliar yang disimpan di Bank Mega cabang Jababeka.

Direktur Utama Elnusa Suharyanto mengatakan, saat ini Elnusa memiliki dana pinjaman dari sindikasi bank-bank di Singapura. Besaran pinjaman tersebut US$ 50 juta.

"Tapi dana ini tidak kami tempatkan di Bank Mega," jelas Suharyanto dalam jumpa pers di Hotel Crown Plaza, Jakarta, Kamis (5/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharyanto mengatakan, belajar dari kasus pembobolan dana tersebut, pihaknya akan sangat pilih-pilih menentukan bank yang akan digunakan untuk menyimpan dana perusahaan.

"Saat ini kami hanya di deposito 5 bank besar berdasarkan aset dan rating. Pokoknya 5 bank besar baik bank pemerintah atau swasta," katanya.

Suharyanto mengatakan, perseroan sedang mengejar perolehan kontrak baru sebesar US$ 90 juta dalam dua bulan ke depan. Pada triwulan I-2011 Elnusa telah memperoleh laba usaha Rp 43,37 miliar dan laba bersih Rp 19,65 miliar.

Seperti diketahui, Elnusa baru-baru ini tengah dihadang oleh kasus pembobolan uang deposito di Bank Mega senilai Rp 111 miliar. Pembobolan dilakukan oleh Direktur Keuangan Elnusa Santun Nainggolan.

Masalah pembobolan dana Elnusa di Bank Mega mulai muncul saat Selasa (19/4/2011), kepolisian bertandang ke kantor Elnusa dan menanyakan perihal penempatan dana deposito di Bank Mega. Manajemen Elsa mengakui ada penempatan dana perseroan di Bank Mega.

Pada hari itu juga, secara bersama-sama, manajemen Elnusa dan polisi melakukan mengecekan ke kantor cabang Bank Mega Jababeka Cikarang. Namun hasilnya, dari keterangan lisan Kacab Bank Mega, deposito perseroan telah dicairkan.

Saat ditanyakan lebih lanjut, Kacab Bank Mega Jababeka menyampaikan dokumen pencairan yang telah dibubuhi tanda tangan Direktur Utama dan Direktur Keuangan.

Elnusa mengaku sudah memecat Direktur Keuangannya, Santun Nainggolan yang diduga terlibat pencairan ilegal dana Elnusa itu.


(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads