Transaksi Investor Saham Pontianak Capai Rp 1 Triliun/Bulan

Transaksi Investor Saham Pontianak Capai Rp 1 Triliun/Bulan

- detikFinance
Jumat, 06 Mei 2011 12:49 WIB
Transaksi Investor Saham Pontianak Capai Rp 1 Triliun/Bulan
Pontianak - Nilai transaksi pasar saham di kota Pontianak, provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai Rp 1-1,2 triliun per bulan. Namun investor yang masuk industri ini sangatlah minim, atau sekitar 0,135% dari total penduduk Pontianak yang mencapai 2 juta orang.

"Di Pontianak sudah mencapai Rp 1-1,2 triliun per bulan. Banjarmasin saja hanya Rp 200 miliar per bulan," kata Branch Manager Reliance Securities Pontianak, Heri Halidi saat kunjungan media ke kantornya, Pontianak, Jumat (6/5/2011).

Heri menambahkan, baru 2.700 orang di Pontianak yang terlibat terjun di dunia pasar modal. Tentu ini sangat disayangkan sebab sebagai kota perdagangan, Pontianak memiliki potensi investor cukup besar, atau sekitar 100.000 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai lemahnya kesadaran masyarakat di daerah akan saham didasarkan atas pola pikir pekerja pada mayoritas warga. Akibatnya pemahaman akan sumber pencarian nafkah tidak berkembang.

"Kalbar kan terkenal akan industri kayu, hingga ada mindset pola sebagai pekerja. Jika pun ia berinvestasi, cenderung terhadap barang-barang yang nyata. Berkebun yang kelihatan wujudnya," ucapnya.

Namun secara berangsur-angsur ia percaya pemahaman masyarakat dalam investasi di pasar modal akan terbuka.

"Ada tantangan sangat besar di pasar modal, perlu dukungan dari bursa. Selama ini juga sudah cukup sering melakukan sosialisasi, baik bekerja sama dengan perusahaan efek (PE) atau asosiasi," tambahnya.

Penambahan investor baru di Pontianak rata-rata hanya 3-4 akun per bulan, dari 16 perusahaan efek yang berpartisipasi. Khusus pada nasabah Reliance hingga kini baru memiliki 67 akun sejak berdirinya kantor cabang Pontianak dua bulan lalu.

Pada umumnya daerah, juga di Pontianak, transaksi saham masih dominan melalui jasa sales. Nilai transaksi melalui sales di Reliance mencapai Rp 2 miliar. Bandingkan melalui fasilitas online trading yang hanya Rp 10 juta.

"Mereka masih nyaman dengan broker, uang tolong belikan saham-saham ini. Pada umumnya mereka orang tua yang tidak terlalu mengikuti teknologi informasi," tuturnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads