Lagi, Hero Supermarket Tak Bagikan Dividen
Rabu, 16 Jun 2004 12:26 WIB
Jakarta - PT Hero Supermarket Tbk kembali tidak membagikan dividen untuk kelimakalinya dari hasil laba bersih yang diperoleh. Hasil laba yang didapat akan digunakan perseroan untuk ekspansi usaha, seperti pembukaan gerai-gerai baru. "Kita tidak bagi deviden lagi. Ini untuk yang kelima kalinya karena dananya akan digunakan untuk pengembangan gerai-gerai baru," kata Dirut PT Hero Supermarket Ipung Kurnia di Gedung BEJ, Jakarta, Rabu (16/6/2004).Menurutnya untuk tahun 2004 pihaknya akan mengembangkan 4-5 gerai baru hypermarket giant yang berlokasi di Jabotabek yang setiap gerainya menelan dana sekitar Rp 20-30 miliar, satu supermarket Hero, delapan apotik Guardian, dan delapan mini market Star Mart. Hero menganggarkan Capex untuk tahun ini dalam rangka ekspansi usaha senilai Rp 200 miliar. Dana itu berasal dari cash internal dan dana cadangan. Hero juga akan mendapat fasilitasi pinjaman dari Standart Chartered Bank senilai Rp 200 miliar untuk jangka waktu lima tahun. Namun pinjaman berupa stand by loan dan bersifat unsecure loan. Tahun ini pula perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dibandingkan 2003 sebesar Rp 2,980 triliun. "Tapi kita tidak bisa menyebutkan angka," katanya. Pada 2003, perseroan mencatat penjualan bersih senilai Rp 2,980 triliun, naik dibandingkan 2002 Rp 2,407 triliun. Sedangkan laba bersih 2003 Rp 1,955 miliar, turun dibandingkan 2002 sebesar Rp 30,605 miliar. Penurunan laba bersih tersebut karena adanya peningkatan beban penjualan dan naiknya biaya bunga yang menggerus laba usaha perseroan.
(nit/)











































