"Bank Muamalat memang berencana menerbitkan global sukuk. Ada harapan global sukuk ini menggunakan denominasi dollar AS," ujar Direktur Utama Muamalat Arviyan Arifin disela Konferensi Persnya, Di Hotel Intercontinental, Jakarta, Senin (9/5/2011).
Dijelaskan Arviyan, sukuk ini akan dipasarkan di Timur Tengah. Namun, lanjut Arviyan masih menunggu perkembangan pembukaan kantor cabang di Jeddah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Keuangan Bank Muamalat Hendiarto mengungkapkan pembukaan kantor cabang di Jeddah itu masih dikaji.
"Soal cabang itu masih terkendala persyaratan. Tapi sukuk globalnya itu kira-kira US$ 50-100 juta," tuturnya.
Lebih jauh, Hendiarto mengatakan, pada tahun 2012 Muamalat juga berencana menerbitkan sukuk subordinasi senilai Rp 800 miliar sampai Rp 1,5 triliun.
Pada kesempatan yang sama pula Direktur Korporasi Muamalat Luluk Mahfudah mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menandatangani kredit sindikasi dengan beberapa bank dalam pembiayaan power plant senilai US$ 200 juta. "Muamalat bertindak sebagai arranger-nya," jelasnya.
Satu lagi, sambungnya kredit sindikasi sektor tansportasi yakni pembiayaan kapal yang nilainya US$ 40 juta. "Muamalat akan membiayai sendiri US$ 20 juta," terangnya.
(dru/ang)











































